Teknik Menulis Surat lamaran Kerja

Banyak orang yang mengira bahwa setiap surat lamaran kerja yang mereka kirimkan pasti akan dilihat satu-per-satu oleh pihak HRD. Kenyataannya?

Ternyata dari penelitian, 83% dari orang yang menyeleksi surat lamaran kerja dan CV hanya memakai kurang dari 1 menit saja untuk menyortir 1 surat lamaran kerja, artinya tiap surat lamaran kerja yang masuk hanya dilihat sekilas saja.

Nah, bagaimana agar surat lamaran kerja Anda bisa termasuk yang diperhatikan?

Seperti yang Saya katakan sebelumnya, mengingat ada banyak sekali surat lamaran yang masuk, maka agar surat lamaran kerja bisa ditanggapi dengan positif, maka isi surat Anda harus bisa membuat penasaran si pembaca, membangkitkan rasa ingin tahunya tentang Anda sehingga membuatnya ingin bertemu dengan Anda.

Untuk itu surat lamaran kerja Anda harus tampil unik, beda dari surat lamaran kerja yang lain, namun harus tetap diusahakan memenuhi syarat-syaratnya juga.

Kalimat pertama dari surat lamaran kerja, akan sangat menentukan apakah pihak HRD akan meneruskan membaca surat lamaran Anda atau tidak.

Biasanya, surat lamaran yang biasa, kalimat pertamanya adalah Berkaitan dengan iklan lowongan kerja Bapak/Ibu tanggal sekian di harian ABCD, Maka Saya mengirimkan surat lamaran kerja untuk dipertimbangkan sebagai calon pengisi posisi xxxxxx.

Kalau Saya yang jadi HRD-nya, surat semacam ini tidak akan menimbulkan kesan yang istimewa. Coba lihat kalimat pertama dari surat lamaran kerja berikut ini :

Suatu kebanggan bagi Saya untuk dapat bergabung dengan perusahaan xxxx yang merupakan pemimpin pasar selama bertahun-tahun untuk produk ABCD, Saya Joko Santoso ingin bertemu Bapak Joni Pratama sebagai Manager HRD untuk menjelaskan kualifikasi Saya untuk mengisi posisi xxxx yang ditawarkan di media ABCD tanggal xx-xx-xxxx

Saya yakin, si pembaca surat lamaran Anda akan terkejut, sedikit bertanya-tanya, atau lebih tepatnya penasaran dan ada senangnya juga. Mengapa demikian?

Anda telah memuji dengan mengatakan bangga akan bergabung dengan perusahaan yang sukses, pada dasarnya setiap manusia senang dipuji dan tidak suka dikritik. Selain itu dia akan ada rasa penasaran karena Anda “berani” secara tidak langsung mengatakan Anda calon karyawan yang tahu persis apa yang Anda mau.

Jangan lupa untuk “menonjolkan” kelebihan Anda pada kalimat berikutnya. Kalimat kedua ini sebaiknya menunjukkan mengapa Anda adalah kandidat yang sangat pantas.

Misalkan : Berdasarkan pengalaman kerja yang solid di bidang ABCD selama 3 tahun dan ditambah dengan prestasi saya di bidang ABCD maka Saya yakin mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan Anda.

Misalnya Anda tidak punya pengalaman pun, Anda bisa tonjolkan latar belakang pendidikan Anda. Misalnya : Berdasarkan latar belakang pendidikan Saya di salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang sangat sesuai di bidang ABCD maka Saya yakin bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan.

Intinya, berikan kesan bahwa Anda adalah seseorang yang mampu memberikan kontribusi dan menyelesaikan permasalahan yang ada.